Etos Kerja Dalam Perspektif Pemberdayaan

Etos kerja merupakan bentuk tanggung jawab diri dalam memelihara dan membangkitkannya. Hanya diri sendiri sajalah yang mampu memelihara dan membangkitkan etos kerjanya. Faktor dari luar dirinya seperti peraturan kerja, sistem kerja, manajemen dan kepemimpinan adalah hanya sebagai faktor pendukung belaka. Keberdayaan diri seseorang bukan datang secara misterius, tiba tiba atau pembawaan dari lahir. Pemberdayaan merupakan proses alami dimana orang telah melewati berbagai kondisi yang secara langsung atau tidak langsung menempa dirinya untuk menjadi orang yang berdaya.


Kesulitan bagi sesorang adalah merupakan tempaan diri untuk mendapatkan suatu kecerdasan. Orang yang sering mendapat kesulitan dan selalu berusaha untuk menyelesaikannya akan mendapat kecerdasan dan ketekunan pada dirinya. Sebaliknya orang yang tidak pernah berani mengatasi berbagai kesulitan, dia tidak akan pernah mendapatkan tambahan daya kecerdasan dalam dirinya. Orang yang sering mendapat tantangan dalam kehidupannya dan berusaha untuk menghadapinya akan mendapat ketaguhan dan ketegaran dalam dirinya. 


Sebaliknya orang yang tidak pernah berani menghadapi tantangan akan menjadi orang yang lemah dan mudah putus asa. Dengan kata lain orang yang sering mendapat beban bila terus berusaha untuk menanggungnya akan mendapatkan tambahan daya kekuatan dirinya. Sebaliknya orang yang tidak pernah menanggung beban tidak akan pernah mendapat tambahan daya kekuatan didalam dirinya.

Orang yang bisa mengatasi kesulitan, tangguh dalam menghadapi tantangan dan kuat dalam menanggung beban adalah orang yang berdaya. Etos kerja dalam perspektif orang berdaya adalah selalu dilatih dan ditumbuh kembangkan di dalam dirinya. Bagaimana cara orang berdaya menjaga dan menumbuh kembangkan etos kerjanya yaitu memandang kesulitan bagaikan charger untuk meningkatkan daya kecerdasannya.

Memandang tantangan dan hambatan sebagai charger untuk meningkatkan daya untuk ketangguhan dirinya, dan memandang beban sebagai charger untuk meningkatkan ketahanannya. Memandang ancaman sebagai charger untuk meningkatkan daya kesiapan dirinya. Sebaliknya orang yang tidak pernah menghadapi ancaman akan menjadi orang tidak pernah siap dalam menghadapi berbagai resiko. Etos kerja bagaikan sebuat accu atau baterai yang selalu membutuhkan charger, bila tidak pernah di charge, etos kerja akan redup dan kemudian mati dan menjadi sampah yang tidak pernah ada gunanya.
> diolah dari berbagai sumber <

2 komentar:

  1. Motifasi kerja akan berdampak jika ada niat yang sungguh sungguh tanpa nawaitu yang jelas akan hampa ......kwek kwek kwek .....

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus